Tag: Sistem Pelumasan

Apa Saja Zat Aditif Pada Pelumas?

Zat Aditif Pelumas

Zat aditif pelumas adalah suatu zat, yang ditambahkan ke dalam sebuah pelumas, dengan tujuan untuk memperkuat karakteristik dan spesifikasi oli mireral atau minyak dasar. Zat aditif minyak pelumas ini di buat dan di tentukan dengan riset ilmiah yang membutuhkan cukup menguras waktu para ilmuwan. Menggunakan zat aditif dipakai untuk memenuhi kebutuhan pelumasan yang sangat extra pada mesin mesin modern saat ini. Mesin-mesin dengan power dan putaran yang sangat cepat memaksakan para ilmuwan untuk menciptakan kandungan pelumas untuk mengimbanginya. Dengan demikian minyak pelumas sintetis ini akan mampu melayani kondisi kinerja mesin yang berat dan menghasilkan suhu panas mesin yang sangat tinggi.

Minyak mineral murni sudah tidak mampu bertahan lama untuk melumasi mesin-mesin modern yang memiliki kinerja dan power yang sangat tinggi. Dengan demikian menciptakan formula kandungan pelumas dengan menggunakan zat aditif tidak mudah begitu saja dengan mencampurkan anti-oksidan atau bahan dispersan pada minyak dasar (atau base oil atau straight mineral oil).

Pembagian Zat Aditif Minyak Pelumas

Berikut ini adalah Pembagian Aditif Pelumas Berdasarkan Kinerja dan Fungsi di bagi menjadi tiga jenis yaitu :

1. Zat Aditif Utama Minyak Pelumas

  • Anti foam
    Berfungsi untuk mengurangi terjadinya busa (gelembung udara) akibat dari putaran mesin yang tinggi tertama pada poros engkol dan efek pemberian aditif detergent. dengan timbulnya busa akan mengganggu sistem pelumasan. Yang berakibat pelumasan tidak terjadi sengan sempurna.
  • Anti Oxidant
    Berfungsi memperlambat reaksi kimia atau Oksidasi antara molekul hidrocarbon dalam pelumas dan oksigen dari udara. Oksidasi yang berlebih dapat mengakibatkan pembentukan soot and corrosive wear, endapan, sludge,  dan lain sebagainya.
  • Anti Wear
    Berfungsi membantu mengurangi panas yang berlebihan pada oli. Panas ini terjadi akibat gesekan antar metal pada mesin, dengan demikian oli tetap berfungsi dengan tugas utamanya untuk melumasi dan sebagai penyebar panas mesin.
  • Anti Corrosion
    Mencegah korosi dan karat akibat reaksi asam dan oksidasi udara dengan cara melapisi metal meskipun mesin dalam keadaan berhenti atau tidak bekerja.
  • Detergent
    Berfungsi Sebagai lapisan pelindung permukaan logam, mencegah endapan, mengurangi timbulnya deposit, pembersih dan penetralisir zat berbahaya, mengendalikan korosi serta membersihkan karbon sisa pembakaran sehingga akan mengurangi sisa karbon yang menempel pada permukaan metal mesin.
  • Dispersant
    Mencegah dan Mengendalikan timbulnya lumpur yang terbentuk dari suhu rendah pada mesin.  Biasanya lumpur ini akan terbentuk dari campuran karbon, kumpulan hasil pembakaran, bahan bakar yang tidak terbakar dan air. Dispersants juga berfungsi meredam peningkatan viskositas pelumas, juga menetralisir sisa pembakaran pada mesin untuk mencegah mengentalnya pelumas secara berlebihan.
  • Friction Modifier
    Berfungsi membantu meningkatkan kinerja pelumasan pada metal yang bergesekan agar tidak cepat aus.
  • Pour Point Depressant
    Suatu aditif yang berfungsi oli mengental atau bahkan membeku dalam suhu yang dingin. Contoh PPD adalah poly-fumarates, etylen vynil-acetate copolimers, poly-metacrilates. PPD ini akan lebih efektif jika dipergunakan dalam minyak dasar yang memiliki viskositas rendah.
  • TBN
    TBN Berfungsi menetralisir tingkat keasaman dalam pelumas yang diakibatkan karena suhu tinggi dari mesin.

Baca Juga: Jenis-jenis Mobil Travel yang Cocok Digunakan Travelling

2. Viscosity Index Improver

Zat Aditif ini berfungsi menjaga dan menstabilkan kekentalan minyak pelumas pada suhu mesin khususnya pada suhu yang sangat tinggi, sehingga pelumas tidak mudah encer pada suhu tinggi tersebut. Pelumas yang mamakai aditif Viscosity Index Improver ini sering disebut oli multigrade.

3. Oil Flow Improver

Zat Aditif ini berfungsi memperlancar aliran pelumas, terutama pada saat mesin start khususnya jika jarang digunakan atau biasanya pada pagi hari. Sehingga mesin tidak mengalami kesulitan untuk di hidupkan (start).

Penutup

Penambahan aditif dengan spesifikasi yang benar akan menambah kwalitas dan ketahanan usia minyak pelumas. Dengan demikian semakin kandungan pelumas menggunakan zat aditif maka harga pelumas yang diedarkan akan semakin memiliki harga yang mahal, karena zat aditif sendiri itu pun memiliki nilai yang mahal. Juga jangan sembarangan mencampur zat aditif atau campuran pelumas yang lainya selain akan merusak fungsi pelumas pastinya juga akan menurunkan kualitas pelumas itu sendiri.

Baca Juga: Cara Kerja dan Fungsi Thermostat pada Sistem Pendingin

Pelumas Sintetis, Pengertian dan Klasifikasi Pelumas Sintetis

Serba.site – Pelumas sintetik merupakan susatu zat cair yang di gunakan untuk melumasi permukaan kedua bagian yang saling bergesekan. Zat cair ini merupakan fraksi hasil destilasi minyak bumi, Umumya pelumas 90% terdiri dariminyak dasar dan selebihnya 10% merupakan zat tambahan.

Pelumas sering di gunakan pada dunia industri dan dunia otomotif. Biasanya di gunakan untuk pelumasan dan mendinginkan suatu mesin yang bergerak pada khususnya dan bagian bagian lain. Dengan kemajuan zaman yang sangat pesat, dan semakin berkembangnya teknologi menuntut semakin banyak kriterianya komposisi yang harus di penuhi oleh pelumas.

Untuk memenuhi komposisi pelumas tersebut maka berbagai macam zat adiktif di tambahkan pada komposisi pelumas untuk meningkatkan performa dan kualitas pelumas tersebut. Sehingga pelumas sistetis ini di buat untuk pengganti pelumas konvensional atau pelumas dari mineral murni untuk memenuhi kondisi sistem pelumasan yang tidak mampu di tangani oleh pelumas mineral.

Pelumas sistetis saat ini lebih banyak digunakan karena memiliki keunggulan di banding pelumas mineral karena pelumas sitetis molekulnya lebih homogen yang dapat memenuhi kebutuhan sistem pelumasan yang lebih efektif.

Pelumas Sintetis vs Pelumas Biasa

Pengertian Pelumas Sintetis

Pelumas sistetis merupakan pelumas yang di buat dari campuran base oil mineral dengan beberapa zat kimia adiktif untuk mendapatkan pelumas yang memiliki sifat-sifat sesuai yang diharapkan. Pelumas sistetis ini dibuat untuk memberikan pelumasan secara efisien terhadap kondisi yang tidak mampu dilakukan oleh pelumas konvensional.

Pelumas sintetis terdapat dua tipe yakni pelumas semi sintetis yang terbuat dari campuran base oil mineral dan bahan sintetis dengan campuran maksimal 30% oil sitetis. Kemudian yang kedua adalah pelumas Full sintetis yang secara keseluruhan pembuatan oil full sintetic ini terbuat dari bahan sistetis.

Baca Juga: Sistem Pelumasan Motor 2 Tak Lengkap

Klasifikasi Pelumas Sintetis

Pelumas sistetis memiliki beberapa tipe yang di klasifikasikan berdasarkan perbedaan karakteristiknya antara lain:

1. Polyol dan Diester

Sebelum ditemukannya oli mineral pelumas berasal dari lemak hewan ataupun tumbuhan. Pelumas sintetis ini dibuat dengan mereaksikan asam dan alkohol dengan air.

Penggunaan sintetik ester sebagai pelumas peforma tinggi sesuai dengan pengembangan mesin turbin dan jet. Turbin pesawat atau jet memiliki suhu kerja yang jauh lebih tinggi dibanding mesin lainya, oleh karena itu pelumasan pada mesin turbin dan jet ini harus memiliki kriteria dimana pelumas dapat melumasi secara maksimal pada suhu ekstrim. Diester digunakan secara luas pada industri penerbangan sebelum digantikan dengan polyol yang lebih memiliki stabilitas termal yang lebih baik.

2. Polyalkylene Glycol (PAG)

Polyalkylene Glycol di bentuk dari polimerisasi dari satu atau beberapa alkylene oksida. PAG merupakan rantai polimer lurus dan bercabang yang memiliki ikatan Ether pada struktur utamanya dan diproduksi dengan polimerisasi dari satu ataulebih alkylene oksida seperti ethylene oksida.

3. Poly Alpha-Olefins (PAO)

Poly Alpha-Olefins (PAO) merupakan hidrokarbon jenuh sintetis yang diproduksi dari linear alpha-olefins yang berasal dari ethylene. PAO memilikisifat fisik yang lebih baik dibanding oli mineral kisaran temperatur kerja yang lebih luas, termasik titik bakar yang tinggi dan viskositas yang tinggi.

4. Silikon

Silikon termasuk ke dalam polimer inorganik yang memiliki struktur molekul rantai berbentuk seperti tulang belakang dengan gugusan Si-O-Si. Oli sintetis tipe ini yang paling populer adalah polydimethylsiloxane (PDMS) dengan monomer (CH3)2SiO. PDMS diproduksi dari silikon dan metilklorida Contoh lain oli sintetis tipe ini adalah polymethylphenylsiloxane dan polydiphenylsiloxane.

5. Perflouroalkyl Ether (PFAEs)

Karakteristik utama PAE adalah daya tahan nya terhadap oksidasi dan 8atkimia korosif. Harganya yang tinggi membuat penggunaan pelumas ini sangatterbatas pada pesawat luar angkasa dan pompa vakum khusus pada industrielektronik. PFAEs mempunyai struktur yang mirip dengan PAG namun atom hidrogen digantikan dengan flourine. Banyak diaplikasikan pada pesawat luar angkasa dan digunakan pada lingkungan dengan tingkat oksidasi tinggimaupun lingkungan yang mengandung 8at kimia berbahaya.

6. Polyphenyl Ethers (PPEs)

PPEs mengandung ikatan cincin benzena dan rantai ether yang memilikikarakteristik digunakan pada kondisi kersa bersuhu tinggi; oksidasi tinggi danstabilitas terhadap radiasi.PPEs memiliki titik tuang yang tinggi dan kebanyakan tidak berbentuk cair pada suhu kamar. PPEs banyak digunakan pada pelumasan turbin pesawat supersonik militer dan pada pompa difusi vakum.

7. Alkylated Cyclopentanes

Alkylated Cyclopentanes pelumas ini banyak di gunakan pada industri penerbangan luar angkasa yang terbuat dari cyclopentadiene dengan alkohol.

8. Cyclohexane Derivates

Cyclohexane Derivates Pelumas ini banyak di gunakan pada kendaraan yang memerlukan traksi yang besar. Cyclohexane Derivates ini merupakan jenis pelumas yang di tujukan untuk aplikasi temperatur yang rendah.

Baca Juga: Sistem Pelumasan Motor 4 Tak Lengkap

Keunggulan dan Kekurangan Pelumas Sintetis

Pelumas sitetis adalah pelumas yang terbuat dari bahan tambahan zat kimia dan campuran oil mineral dari hasil bumi. adapun memiliki kekurangan dan keunggulannya yakni:

Keunggulan Oli Sintetis

  • Pelumas sintetis lebih stabil dan efisien pada temperatur tinggi.
  • Pelumasan terhadap logam lebih baik sehingga memperlambat kerusakan pada mesin.
  • Oli sistetis lebih awet terhadap oksidasi.
  • Dapat membersihkan mesin dan terhindar dari kerak
  • Lebih dapat mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
  • Lebih mampu mendinginkan mesin

Kekurangan Oli Sintetis

  • Harga lebih mahal karena proses produksi lebih rumit
  • Tidak cocok dengan mesin berteknologi lama atau Usang
  • Memungkinkan Berpotensi dekomposisi kimiawinya terhadap lingkungan.

Sample Komposisi Campuran Base oil dan Aditif pada Motor bensin

Minyak Pelumas Carter Untuk Motor Bensin
SAE 10W-30 SAE 20W-40 SAE 10W-40
% Berat rata-rata minyak dasar 89,5 90,5 84,5
% Berat rata-rata aditif yang digunakan 10,5 9,5 15,5
% Kenaikan Harga dengan adanya aditif 31,0 72,6 40,6
% Kenaikan harga adanya IV Improver 16,7 13,6 26,3

Demikian ulasan Serba.site kali ini mengenai sistem pelumasan khususnya pelumas sintetis, semoga bermanfaat dan berguna bagi anda para pembaca.

Sistem Pelumasan dan Jenis-Jenis Pelumas

Pelumasan adalah suatu sistem yang bekerja untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan benda yang saling bergesekan dengan menggunakan suatu zat cair untuk melumasi permukaan yang bergesekan tersebut. Gesekan yang terjadi itu adalah dimana suatu gaya yang bergerak berlawanan arah dan dimana permukaannya saling bersentuhan mendapat beban gesek. Gesekan ini akan mengakibatkan kehilangan energi dan menimbulkan keausan benda yang saling bergesekan tersebut. Maka dari itu, untuk mengurangi gaya gesek terhadap dua benda yang saling bergesekan untuk menghasilkan daya maka diperlukan yang namanya Sistem Pelumasan.

Sistem Pelumasan

Pelumas adalah suatu zat cair (oli) yang digunakan untuk mengurangi gaya gesek antara dua benda yang saling bergesekan. Pelumas merupakan hasil olahan minyak bumi yang sering digunakan untuk mesin bakar kendaraan maupun mesin produksi(pabrik). Pada kendaraan khususnya sepeda motor terdapat sistem pelumasan motor 4 tak dan sistem pelumasan motor 2 tak.

Sistem pelumasan sangat di perlukan khususnya pada mesin. Karena didalam mesin yang bergerak terdapat berbagai macam komponen yang bekerja dimana satu sama lain saling bergesekan. Dengan adanya sistem pelumasan maka akan membantu kelancaran kinerja komponen mesin dan secara langsung akan membantu mengurangi gaya gesek terhadap masing masing komponen yang bekerja.

Selain membantu mengurangi gaya gesek antar komponen, pelumas juga membantu untuk menjaga panas mesin karena dengan mengurangi gaya gesek akan mengurangi pula panas yang ditimbulkan karena sistem pelumasan yang tidak baik akan menjadi penyebab mesin overheat.

Fungsi dan Tujuan Sistem Pelumasan

Pelumasan sangat diperlukan pada benda yang bergesekan adapun beberapa fungsi dan manfaat sistem pelumasan adalah sebagai berikut:

  1. Mencegah terjadinya Korosi
  2. Mengurangi gesekan yang berlebih antara permukaan komponen untuk mencegah keausan komponen.
  3. Mendinginkan mesin yakni sebagai media pendingindengan menyerap panas pada bagian-bagian yang mendapat pelumasan.
  4. Membilas kotoran yang menempel pada permukaan komponen
  5. Menghalangi masuknya debu
  6. Mengurangi keausan semaksimal mungkin.
  7. Sebagai perantara oksidasi.

Prinsip Dasar Pelumasan Pada Mesin

a. Benda apa yang harus dilumasi?
b. Bagaimana sistem melumasinya?
c. Kapan terjadinya pelumasan?
d. Pelumas apa yang digunakan?

Bentuk-Bentuk Pelumas

Bentuk pelumas terbagi menjadi 4 berdasarkan fungsi dan bagaimana sistem pelumasanya, yaitu:

  1. Pelumas cair (oli)
    Syarat pemilihan oli yang baik adalah viskositas sesuai, tidak mudah terbakar, multigrade, tidak bereaksi dengan oksigen dan udara keliling. Pelumas cair ini terbagi menjadi pelumas sintetis, semi sintetis, dan pelumas biasa (base oil)
  2. Pelumas setengah padat (grease/ gemuk lumas)
    Bahan dasar dari grease/ gemuk adalah pelumas cair yang telah diberi bahan pengental, pelumas ini memiliki kandungan oli 60% sampai 90%. Pelumas setengah padat mempunyai keunggulan yakni sebagai pelumas yang tahan terhadap suhu tinggi dan sebagai penutup yang baik, tidak mudah larut dengan air sehingga sangat bagus pada segala cuaca. Akan tetapi pelumas setengah padat ini memiliki kekurangan yakni friksi lebih besar, pendinginan kurang baik, lebih rumit mengaplikasikan pada bagian atau sudaut yang susah.
  3. Pelumas padat
    Pelumas padat juga biasa disebut dengan pelumas kering. Mengapa di sebut dengan pelumas padat, karena pelumas ini biasa digunakan pada benda yang memiliki gaya gesekan yang minim, karena memiliki molekul yang dapat begeser ralatif terhadap molekul yang lain hanya dengan sedikit gaya saja. Pelumas ini biasanya di gunakan pada industri makanan, sambungan rel kereta, dan kompresor udara. Pelumas ini dapat bekerja pada suhu operasi 2500 – 3000 derajat celcius. Jenis pelumas padat terbagi menjadi dua yakni graphite dan molybdenum disulphide.
  4. Pelumas gas
    Jenis pelumas gas ini Biasanya digunakan pada peralatan pembangkit energi nuklir dan beberapa instalasi turbin gas. Alasanya karena jenis pelumas gas ini dapat melumasi tempat -tempat yang sangat rumit.

Komponen Sistem Pelumasan

  1. Carter / bak oli
    bak oli atau Oil pan atau biasa juga dosebut carter adalah komponen berbentuk bak yang berfungsi untuk menyimpan oli. Komponen ini biasanya menyatu terpasang melekat dibawah mesin.
  2. Pompa Oli (oil Pump)
    Oil pump adalah sebuah komponen pompa hidrolis yang berfungsi untuk memompa oli mesin ke seluruh komponen mesin. Pompa ini, bekerja secara rotary yang berhubungan dengan putaran poros engkol.Komponen ini bekerja saat putaran mesin dimulai sehingga saat mesin mulai berputar olipun langsung di pompakan ke seluruh komponen mesin. Pompa oli di pompakan melalui filter oli dan kembali ke bak oli.
  3. Filter Oli (Oil Filter)
    Filter Oli berfungsi untuk memfilter oli yang dipompakan ke seluruh komponen mesin sehingga kotoran sisa-sisa gesekan akan tersaring oleh filter oli. Filter oli ini perlu penggantian juga, idealnya setiap 2 kali penggantian oli mesin 1 kali penggantian filter oli.
  4. Oli Pressure Sensor (oil Pressure Sensor)
    Sensor oli ini berfungsi untuk mendeteksi volume oli dan juga pompa oli apakah masih bagus atau tidak, jika oli berkurang atau berlebih maka akan memberitahukan dan menyalakan lampu indikator sensor oli di dashboard. Mengapa Sensor ini terletak pada saluran oli setelah pompa, tujuanya untuk mendeteksi tekanan oli mesin yang keluar dari pompa.
  5. Oil feed
    Oil feed berfungsi sebagai jalur oli. Jalur ini sudah dibentuk saat pembuatan blok mesin bersama water jacket, karena letak oil feed ini berada didalam blok silinder.
  6. Oil jet
    Oil Jet berfungsi menyemprotkan oli dari saluran oli. Oil jet ini berbentuk mirip injektor dan biasanya oil jet ini terdapat dibawah silinder mesin, fungsinya untuk menyemburkan oli kebagian piston, commecting rod, dan timming chain.
  7. PCV Valve
    PCV atau Positive crankcase ventilation fungsinya untuk menyalurkan uap oli dari dalam mesin ke dalam saluran intake tanpa terjadinya kebocoran oli.
  8. Oil atau Lubricant
    Komponen yang terakhir yaitu oil atau lubricant sebagai media pelumas. Gunakan oli yang sesuai dengan standart mesin biasanya setiap mesin mempunyai spesifikasi standar SAE oli yang berbed-beda. Dengan mengganti oli mesin secara teratur maka akan terhindar dari panas, karena telat mengganti oli akan menjadi penyebab mesin overheat.

Penutup

Demikian pembahasan sistem pelumasan semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk anda yang sedang mencari literatur atau pengetahuan tentang hal ini. Karena Pelumasan adalah hal yang sangat signifikan untuk berbagai jenis mesin dan memang suatu hal yang sangat kongkrit.

Sistem Pelumasan Motor 2 Tak Lengkap

Serba.sitE – Sistem Pelumasan Motor 2 tak sangatlah penting. Sistem ini adalah sistem utama yang paling sering harus di maintenance berkala yakni dalam hal penggantian oli pada mesin motor ataupun kendaraan lainya. Mesin merupakan komponen kendaraan sebagai penghasil gaya gerak yang dihasilkan dari mekanisme sistem pembakaran pada mesin itu sendiri.

Prinsipnya adalah merubah sistem pembakaran menjadi energi gerak. Sistem pelumasan pada mesin 2 tak maupun 4 tak berbeda. Pada mesin motor 2 tak pelumasan ini terjadi hanya melumasi bagian sistem gear rasio dan kopling saja, sedangkan pada sistem pelumasan motor 4 tak pelumasan terjadi hampir keseluruk bagian komponen mesin yang bergerak.

Sistem pelumasan ini perlu ada didalam mesin karena untuk melumasi seluruh komponen yang bergerak. Dengan pelumasan ini akan mengurangi gaya gesek sehingga tidak terjadi keausan komponen secara berlebih yang akan membuat mesin pastinya bekerja dengan normal. Selain itu sistem pelumasan pada mesin ini juga membantu untuk mengurangi panas akhibat gesekan antar komponen yang bergerak.

Secara rinci Fungsi Sistem Pelumasan Adalah

  1. Fungsi Sistem pelumasan sebagai pelumas seluruh komponen mesin yang saling bergesekan
  2. Fungsi Sistem Pelumasan sebagai Pencegah terjadinya keausan pada komponen
  3. Sistem Pelumasan sebagai pendingin mesin secara langsung selain radiator.
  4. Untuk membilas kotoran akhibat gesekan berupa gram yang menempel pada komponen mesin, sehingga saat pergantian oli, kotoran akan ikut keluar bersama oli bekas.

Sistem pelumasan pada motor 2 tak terdapat perbedaan dengan motor 4 tak. Pada motor 2 tak sistem pelumasan terdapat 2 macam, yakni:

Sistem Pelumasan Langsung (premix Lubrican)

Sistem Pelumasan Campur pada motor 2 takLebih kearah sistem pelumasan pada komponen pembakaran, sistem pelumasan ini pelumas di campur dengan bahan bakar dengan perbandingan 1 liter bahan bakar di campur dengan oli (oli samping) 20-30ml. Sehingga bahan bakar yang masuk keruang bakar sudah bercampur dengan olo (oli samping).

Sistem pelumasan ini biasanya di gunakan untuk motor keluaran jaman dahulu, saat ini jaman mulai berkembang sudah di tinggalakan dan sudah jarang peredaran motor dengan sistem pelumasan ini. Karena selain ribet saat pembelian bahan bakar harus mencampur dengan oli samping, kurang praktis. Selain itu mesin dengan sistem pelumasan langsung ini mempunyai dampak negatif yakni menghasilkan asap dari gas buang yang dihasilkan berlebih. Selain mengganggu pernafasan juga sudah tidak lolos untuk uji emisi gas buang standart saat ini.

Selain sistem ini kurang efektif dalam hal penggunaan, emisi gas buang yang tidak memenuhi standart juga kebutuhan suplay oli yang sangat susah untuk disesuaikan dengan putaran mesin juga lebih cenderung boros.

Baca Juga: Fungsi Kepala Silinder (Cylinder Head) dan Bagian-Bagianya

Sistem Pelumasan Terpisah (Auto Lube)

Sistem Pelumasan Terpisah pada motor 2 takSistem pelumasan terpisah ini sesuai dengan namanya yakni oli samping mempunyai wadah tersendiri yang ditempatkan terpisah dengan tangki bahan bakar. Sistem ini lebih efektif karena pencampuran oli dengan bahan bakar oli samping di pompa sesuai dengan putaran mesin. Sehingga oli akan terdeliveri dan bercampur dengan bahan bakar akan sesuai dengan putaran mesin. Artinya sesuai dengan kebutuhan mesin.

Pembakaran pada mesin akan terjadi lebih sesuai apa yang kita seting. Karena suplay oli samping dapat diatur sesuai karakter mesin. sehingga pembakaran akan terjadi lebih maksimal, gas buang yang di hasilkan pun tidak akan terlalu berasp tebal, dan pastinya pemakaian oli samping pun akan lebih sesuai, sehingga akan lebih irit.

Sistem pelumasan terpisah atau sering di sebut Auto Lube ini lebih efektif. Yang dapat menghasilkan pelumasan yang maksimal, daya tahan mesin juga pastinya akan lebih panjang.

Sekian pembahasan kali ini, mohon kasih tambahan pada kolom komentar jika ada masukan.

Baca Juga: Fungsi Blok Silinder (Cylinder Block), dan Jenis-Jenisnya

Sistem Pelumasan Motor 4 Tak Lengkap

Wet Sump and Dry Sump pada Sistem Pelumasan Motor 4 Tak

Sistem Pelumasan Motor 4 Tak – Mesin sangat penting untuk mendapatkan pelumasan. Agar mesin berjalan dengan baik dan sebisa mungkin terdengar mulus. Maka dari itu pelumasan pada mesin harus terjadi secara baik dan efisien. Kali ini kita akan memabahas sistem pelumasa pada motor 4 tak.Sistem pelumasan motor 4 tak ini berbeda dengan sistem pelumasan motor 2 tak. Pada sistem 4 tak oli mesin akam melumasi Silinder, Silinder Head, piston dan ring piston serta sistem kopling. Sedangkan pada motor 2 tak terdapat dua sistem pelumasan yaitu pelumasan terhadap gigi rasio dan sistim kopling dan pelumasan terdapat pada mesin bakar maka dari itu motor 2 tak menggunakan oli mesin dan oli samping.

Sistem Pelumasan kendaraan pun antara motor dan mobil mempunyai perbedaan yak ni perbedaanya antara pelumasan mesin dan transmisi jika mobil terpisah, dan sistem kopling pada kendaraan jenis mobil manual adalah menggunakan sistem kering seperti halnya pada motor matic.

Sistem pelumasan pada motor 4 langkah biasanya menggunakan Wet Sump System yakni sistem pelumasan dengan pelumas di simpan menggunakan bak oli atau biasa disebut carter, yang di pompakan ke atas ke seluruh bagian komponen mesin, ada juga yang menggunakan Dry Sump System yakni sistem pelumasan dengan pelumas di simpan di bak oli atau carter terpisah.

Sistem Pelumasan Motor 4 Tak

1. Wet Sump System (Pelumasan Tipe Basah)

wet sumpSistem pelumasan Wet Sump System ini sering dan paling banyak digunakan pada kendaraan saat ini, karena konstruksinya lebih mudah dan tingkat efiensinya lebih baik karena mekanismenya oli akan di pompakan langsung dari bawah melalui filter oli ke atas memalui carter ke bagian seluruh komponen melalui jalur oli (strainer Sreen). Oli akan menuju ke kepala silinder dan akan melumasi seluruh komponen pada kepala silinder dan akan kembali ke bagian bawah atau carter dengan adanya gaya gravitasi.

Untuk pelumasan terhadap komponen piston, ring piston dan silinder secara otomatis akan dilakukan oleh putaran poros engkol atau kruk as yang akan membuat oli muncrat ke silinder dan stang piston yang akan di sapu oleh gerakan piston dan ring piston. Akan tetapi untuk mesin jaman sekarang sudah banyak yang menggunakan Nozle yang menyemprot langsung ke dinding silinder yang akan di sapu oleh gerapak piston oleh ring piston pada saat gerakan isap, kompresi, usaha maupun Buang.

Kemudian untuk pelumasan terhadap kopling untuk motor biasanya hanya mengandalkan pompa oli ataupun cipratan dari putaran mesin saja. Biasanya kebanyakan mesin dengan Pelumasan sistem Basah (Wet Sump) sistem Stainer Screen , akan tetapi beberapa ada yang menggunakan kombinasi dengan filter tipe sentrifugal atau filter kertas konvensional.

Keuntungan Menggunakan Pelumasan Tipe Basah (Wet Sump)

  1. Siskulasi oli lebih Cepat merata
  2. Pemanasan mesin tidak terlalu lama
  3. Konstruksi sederhana
  4. Lebih mudah Mengontrol Oli.
  5. Lebih Efektif untuk kendaraan.

Baca Juga: Apa Perbedaan Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Plus?

2. Dry Sump System (Pelumasan tipe Kering)

dry sumpSistem pelumasan kering ini lebih rumit dari pada sistem pelumasan basah, karena sistem pelumasan kering ini oli di tampung pada tampungan oli yang terpisah dengan mesin dengan bantuan utama pompa oli yang akan langsung di salurkan ke bagian komponen mesin, sekaligus memompakan kembali dari ruang crancase pada mesin ke tampungan oli eksternal tersebut. Pada sistem pelumasan kopling ini akan mengandalkan cipratan oli dari pompa ke tampungan oli.

Pada penyemprotan oli kebagian komponen mesin ini di salurkan melalui “oil Jet” langsung ke komponen untuk memastikan pelumasan dan pendinginan komponen contohnya piston dan stang piston. Ada beberapa sistem yang juga menggunakan penambahan seperti relief valve yang dikontrol tekanan(oil pressure-controlling relief valve)Untuk meyakinkan pelumasan berjalan dengan baik meskipun suhu oli terlalu rendah sampai pelumas tidak bisa melewati filter. Disistem ini Strainer Screen dan filter oli dipasang dalam sistem pelumasan untuk menyaring gram atau kontaminan sebelum oli di salurkan ke jalur pelumasan mesin. Biasanya untuk sistem ini tampungan oli di posisikan lebih tinggi daripada mesin.

Kerugian menggunakan pelumasan Sistem kering (Dry Sump)

  1. Sirkulasi Oli lebih Rumit
  2. Memerlukan Pemanasan mesin lebih lama
  3. Konstruksi lebih Rumit
  4. Kurang Efektif untuk mesin mobil

Sekian pembahasan kali ini mengenai Sistem Pelumasan Mesin 4 Tak, semoga informatif dan membantu memberikan informasi sesuai yang anda butuhkan. See You..

Baca Juga: Cara Kerja Sistem Transmisi Otomatis / CVT

error: Content is protected !!