Tag: Listrik

1 Ampere Berapa Watt? Satuan Ampere Watt dan Volt

Sumber energi di zaman modern ini adalah Listrik. Banyak teknologi saat ini yang bergantung dengan adanya listrik. Dalam kelistrikan ternyata listrik memiliki satuan seperti halnya suhu. Pada kelistrikan terdapat 3 satuan yakni, Ampere Watt dan Volt. Banyak pertanyaan yang muncul adalah berapakah nilai 1 ampere berapa watt, 1 wat berapa ampere, 1 ampere berapa volt, 1 volt berapa ampere, dan sebagainya.

1 Ampere berapa Watt

Bagi anda yang bekerja di dunia kelistrikan pasti akan selalu menemui perhitungan dasar listrik ini. Dan pastinya anda harus mengetahui rumus dasar listrik tersebut.

Apakah sebenernya yang di maksud dengan Ampere Watt dan Volt tersebut? Dan bagaimana cara perhitungan Ampere, Watt dan Folt? Kali ini Serba Channel akan membahas mengenai hal tersebut. Simak sampai selesai ya gaes….

Definisi Ampere, Watt dan Volt Adalah

Ampere

Ampere adalah besar arus listrik yang mengalir dari kutub positif ke kutub negative. Ampere ini dilambangkan dengan huruf A. Satuan Ampere ini juga dapat kita jumpai di berbagai peralatan listrik dirumah seperti stop kontak, MCB. Satuan Ampere adalah dengan nilai 220Watt/1Ampere. Satuan Ampere menyatakan besaran arus yang mengalis saat peralatan listrik tersebut nyala.

Watt

Watt adalaj satuan listrik untuk menyatakan besaran daya (power) pada peralatan listrik. Yakni daya listrik yang diperlukan sebuah beban untuk dapat menyala. Watt dilambangkan dengan huruf W. Satuan Watt di temukan oleh warga kebangsaan Skotlandia yang bernama James Watt. Satuan Wat dapat kita lihat dan kita jumpai pada peralatan listrik yang sering kita gunakan seperti kulkas,setrika,lampu dan sebagainya. Watt yang tertera pada peralatan listrik tersebut adalah satuan dimana menyatakan berapa besar daya listrik yang dibutuhkan untuk menyalakan peralatan listrik tersebut.

Volt/Voltase

Volt adalah satuan tegangan listrik yang mengalir dari berbagai sumber listrik. Sering kita jumpai berbagai macam peralatan listrik rumah yang menunjukkan voltase yakni 220Volt. Voltase di dunia terdapat bebrapa standart. Yakni 220 untuk Europe standart dan 110 untuk American standart (1 Phase).

Hubungan Satuan antara Ampere, Watt dan Volt?

Volt adalah satuan Tegangan listrik yang pertama kali dihasilkan dari pembangkit listrik. Sehingga watt dan amper sangat bergantung dengan voltase ini karena tanpa adanya tegangan listrik yang dihasilkan maka tidak dapat menghasilkan satuan watt maupun ampere.

Hubungan satuan antara Ampere, Watt dan Volt

  1. Besar nilai tahanan suatu alat listrik akan mempengaruhi besaran Arus listrik yang mengalir dari sumber listrik ke peralatan listrik.
  2. Semakin besar nilai Ohm (resistan), maka semakin kecil Watt (daya) yang dibutuhkan, dan semakin kecil pula Ampere (arus listrik) yang dihasilkan, dengan besar Voltase (tegangan) tetap.
  3. Apabila Semakin kecil nilai Resistan (Ohm), maka semakin besar Watt (daya) yang dibutuhkan, dan semakin besar pula Ampere (arus listrik) yang dihasilkan, dengan besar Voltase (tegangan) tetap.
  4. Apabila Semakin Besar Voltase (Tegangan listrik) yang digunakan, maka semakin kecil Ampere (arus listrik) yang dihasilkan dengan Watt (beban daya) yang sama.
  5. Apabila Semakin kecil Voltase (Tegangan listrik) yang digunakan, maka semakin besar Ampere (arus listrik) yang dihasilkan dengan Watt (beban daya) yang sama.

Dengan pernyataan hubungan satuan Ampere, Watt dan Volt diatas kita buktikan pada beberapa contoh perhitungan berikut ini:

1 Ampere Berapa Watt ? Contoh Perhitungan dan Satuan Ampere, Watt dan Volt

Alat listrik mempunyai nilai resistan sebesar 120Ohm, kemudian dialiri tegangan listrik sebesar 220Volt, maka arus listrik yang mengalir adalah:

 Rumus Tegangan (Volt): V= I x R

V: Tegangan listrik (Volt)
I: Arus listrik (Ampere)
R: Resistan (Ohm)

V = I x R

220Volt = I x 120ohm
I = 220Volt : 120ohm
I = 1,8 Ampere

Kesimpulan: Semakin besar nilai resistan maka semakin kecil arus listrik yang mengalir (Tegangan tetap), begitu juga sebaliknya.

Kemudian, berapa besar Daya listrik (Watt), jika tegangan listriknya 220Volt dan arus listriknya 1,8Ampere?

Rumus Daya (Watt): P = V x I

P : Daya listrik (Watt)
V : Tegangan listrik (Volt)
I : Arus listrik (Ampere)

P = V x I

P = 220Volt x 1,8Ampere
P = 396 Watt.

Kesimpulan: Semakin besar Daya (Watt) maka semakin besar Arus listrik yang dihasilkan (Tegangan tetap), begitu juga sebaliknya.

Dari perhitungan diatas, maka kita dapat menghitung 1 Ampere berapa Watt, jika kita memahami tegangan listrik yang digunakan, sebagai contoh jika tegangan listrik 1phase 220Volt, maka:

1 Ampere berapa Watt ? Rumus Arus Listrik (Ampere)

1 Ampere berapa Watt?

P = V x I

P = 220Volt x 1Ampere

P = 220Watt

Maka 1 Ampere = 220 Watt, jika tegangan listriknya 220Volt.

Ampere = Watt

1 Ampere 220 watt
2 Ampere 440 watt
4 Ampere 880 watt   Dst..

1 Watt berapa Ampere?

  • P = V x I
  • 1 Watt = 220Volt x I
  • I = 1watt : 220Volt
  • I = 0,0045 Ampere

Jadi, 1 watt = 0,0045ampere, jika tegangan listriknya 220Volt.

Watt = Ampere = Volt

1 Watt 0.00455 Ampere 220 volt
2 Watt 0.00909 Ampere 220 volt
4 Watt 0.01818 Ampere 220 volt
6 Watt 0.02727 Ampere 220 volt dst….

Demikian Ulasan Serba Channel Kali ini mengenai Cara Menghitung Satuan Ampere Watt dan Volt, 1 watt berapa ampere dan yang lainya semoga dapat menambah wawasan dan membantu anda dalam pekerjaaan di dunia kelistrikan.

Rumus Dasar Listrik Ampere, kw, kva, pf, dan hp

Rumus dasar listrik menjadi ilmu penting bagi kita yang sering berkecimpung di bidang kelistrikan. Begitu banyak pekerjaan kelistrikan yang harus wajib memahami perhitungan Ampere Kw, Kva, Pf, dan Hp. Apalagi jika anda bekerja di salah satu pembangkit listrik. Begitu pula bagi anda yang sering memanfaatkan genset akan selalu berhadapan dengan perhitungan kelustrikan ini. Untuk menghitung daya listrik sangatlah mudah untuk di pelajari dan harus anda ingat selama hidup anda, karena ini akan sangat berguna saat andi memiliki rumah pribadi, bahkan bisa di aplikasikan dimanapun anda bekerja jika di perlukan.

Pengertian Ampere, KW, KVA, PF, dan HP

Ampere satuan listrik (A) untuk menyatakan besaran Tegangan listrik yang dihasilkan atau dibutuhkan dari berbagai sumber listrik

KVA adalah Kilo Volt Ampere, KW (kilo Watt) yang standart yang digunakan oleh PLN. Yakni satuan tegangan listrik 1000 Volt.

KW Adalah Kilo Watt atau satuan daya nyata sedangkan kVA adalah Kilo Volt Ampere atau satuan daya semu. Kilo Watt sebenarnya energi yang di salurkan oleh peralatan listrik. atau output daya yang keluar yang dapat dihasilkan generator biasa menggunakan satuan kWH atau kVA.

PF adalah Power Faktor atau Faktor Daya bukanlah suatu ukuran efisiensi. Power faktor adalah sebuah rasio perbandingan antara daya nyata (Real Power – kW) terhadap daya semu (Apparent Power – kVA).

HP adalah Biasa di sebut dengan Daya kuda atau tenaga kuda adalah salah satu nilai pengukuran daya yang pada umumnya sebanding dengan 735.5 hingga 745.7 watt

Rumus perhitungan daya listrik tidak sesulit yang di bayangkan, yang perlu dilakukan adalah kita mencari tahu tegangan listrik (volt) dan arus listrik (ampere) yang dibutuhkan alat elektronik tersebut, lalu kita kalikan antara voltase dengan arus listrik.

Rumus Dasar Listrik Ampere, KW, KVA, PF, dan HP

Rumus menghitung listrik menjadi ilmu penting bagi kita. Berikut akan saya paparkan mengenai Rumus menghitung ampere, kw, kva, pf, dan hp pada tabel di bawah ini :

Rumus dasar listrik

Keterangan.

  • I = A (Ampere)
  • E = V (Voltase); 220 (1 Phase), atau 380 (3 Phase)
  • F = Fasa
  • PF / PE = Power Factor (0.8 atau 1)
  • Watt = Volt . Ampere
  • 1 kW = 1.25 kVA
  • 1kVA = 0.8 kW
  • kVA = V x A x x 0.001x SQRT(F)
  • A = (1000 x kVA) / (V x SQRT(F) )

Kita akan bahas bebrapa contoh cara perhitungan Rumus di atas Sebagai berikut:

Contoh Pertama

Dalam membeli peralatan elektronik contohnya lemari es atau kulkas,biasanya tidak di berikan berapa besaran daya dalam satuan Watt. Biasanya yang tertera dalam spesifikasi adalah besaran tegangan V (Volt) dan besaran arus listrik dalam satuan A (Amper). Namun jika kita sudah mengetahui besaran tegangan (Volt) dan besaran Arus listrik dalam satuan A (Amper) maka kita akan bisa menghitung berapa daya listrik atau berapa Watt yang di perlukan untuk alat elektronik tersebut.

Bagaimana Cara menghitungnya? ini adalah contoh untuk menghitung berapa Daya Listrik atau Watt yang di butuhkan.

Rumus daya listrik 220 Volt ( 1 Phase)

P = V x I

  • P adalah Power daya listrik dalam satuan Watt
  • V adalah tegangan listrik dalam satuan Volt
  • I adalah Arus listrik dalam satuan Ampere

Contoh menghitung daya:
Jika pada sebuah Lemari es atau kulkas tertulis data bahwa tegangan listrik yang digunakan adalah 220 Volt, dan Arus listriknya adalah 2 Ampere.

maka daya listriknya adalah:

  • P = V x I
  • P = 220 Volt x 2 Ampere
  • P = 440 Watt.

Atau Contoh kedua

Misal jika kita mempunyai adaptor dengan voltase 9V dan ampere 2A maka daya listrik / watt adalah : 9 x 2 = 18
Jadi daya listrik adaptor tersebut maksimal 18W, semoga informasi contoh diatas dapat membantu anda untuk menghitung watt atau daya listrik. Untuk contoh perhitungan lainya kami juga telah menulis 1 ampere berapa watt.

Berikut di atas adalah Rumus Dasar Perhitungan Listrik Semoga ilmu yang saya paparkan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat umum. Dan diharapkan pula dengan ilmu tersebut, anda akan lebih mudah untuk menentukan kapasitas genset yang diperlukan agar genset mampu mengcover semua kebutuhan listrik anda, baik untuk acara atau kebutuhan proyek anda.

Baca Juga: Cara Mendeteksi Kiprok Rusak (Regulator Motor)

error: Content is protected !!