Tag: Komponen Mesin

Fungsi Ring Piston dan Cara Kerjanya

Fungsi Ring Piston – Mesin memiliki beberapa komponen yang sangat penting untuk bisa bekerja sesuai mekanisme dan sesuai cara kerjanya masing-masin. Banyak diantara kalian mungkin yang jarang mengetahui komponen-komponen yang berada didalam mesin. Disini kami akan membahas mengenai Ring Piston atau biasa disebut dengan ring seher. Komponen ini merupakan komponen yang sangat penting bagi piston untuk melakukan langkah-langkah yang akan di konversikan menjadi tenaga mekanis. Ring piston sangat mempengaruhi dan berperan penting dalam proses pembakaran mesin diruang silinder.

fungsi ring piston

Ring piston ini selalu ada pada mesin motor, bahkan motor lama pun juga sudah menggunakan ring piston untuk membantu kinerja piston saat melakukan beberapa langkah untuk menimbulkan ledakan pada ruang silinder. Ring piston digunakan sejak teknologi terdahulu, dimana ukuran piston akan mempengaruhi ukuran ring piston itu sendiri. Dimana ukuran ini juga akan mempengaruhi volume ruang bakar atau CC pada mesin. Mungkin sudah banyak tau jika mesin menggunakan PIston yang akan selalu berpasangan dengan Ring Piston. Anda perlu mengetahui komponen ring piston karena komponen ini mempengaruhi kinerja piston.

Bagaimana Bentuk Ring Piston

Terkadang jika ring piston tidak bekerja secara sempurna bisa menjadi salah satu penyebab mobil mati mendadak atau mogok. Apalagi jika mobil jarang di overhoul atau diservice besar akan membuat kondisi ring piston sudah tidak normal akan menyebabkan terjadinya kebocoran pada ruang bakar yang selain akan cepat mengotori bagian permukaan klep juga akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Dengan keadaan yang demikian performa mesin yang dihasilkanpun akan menurun.

Ring piston berbentuk cincin pipih yang terpasang melingkar pada piston. Ring piston sendiri dapat digunakan menjadi tolak ukur apakah mesin itu dalam keadaan sehat atau tidak. Ring piston termasuk komponen slow moving sehingga perlu perawatan yang baik agar mesin tetap bekerja dengan maksimal. Pada mesin 4 tak, memiliki 3 buah ring piston, kemudian pada motor 2 tak hanya memiliki 2 ring piston saja.

Beberapa Fungsi Ring Piston dan Cara Kerjanya

Fungsi Ring Piston

Seperti yang saya singgung sebelumya ring piston motor 4 memiliki 3 buah ring, sedangkan pada motor dua tak hanya memiliki 2 buah ring, yang masing masing fungsinya adalah:

  1. Ring piston yang pertama atau paling berfungsi untuk menahan tekanan kompresi yang dihasilkan pada proses pembakaran.
  2. Ring piston yang kedua atau berfungsi sebagai kompresi dan sekaligus untuk menyapu Oli pada dinding silinder. Kedua ring ini berlaku untuk mesin 2 tak dan mesin 4 tak.
  3. Sedangkan untuk yang Ring piston yang ketiga (hanya ada di motor 4tak) sering juga disebutkan ring oil, yang berfungsi sebagai tempat untuk penyimpanan pelumas untuk melumasi piston dan dinding silinder.

Cara Kerja Ring Piston

1. Cara Kerja Ring Kompresi

Saat Langkah isap piston akan bergerak dari TMA ke TMB. posisi ring piston pada alur ring bagian atas. Ring piston akan berfungsi merapatkan rongga piston dengan ring piston sehingga terjadi kevacuman pada ruang bakar yang akan menghisap bahan bakar ke ruang bakar.

Saat langkah kompresi, piston bergerak dari TMB ke TMA. Posisi ring piston pada alur ring bagian bawah. Sehingga akan merenggang dan akan merapatkan ke dinding silinder, sehingga akan mencegah terjadinya kebocoran kompresi.

Saat langkah usaha, piston bergerak dari TMA ke TMB. ledakan pada ruang bakar akan menekan ring piston kearah bawah pada alur ring, posisi ring piston akan sama pada saat langkah kompresi dan langkah buang. Sehingga akan menutup menahan kebocoran tekanan. Sehingga dorongan tekanan dari ledakan untuk menggerakkan piston kebawah menjadi maksimal.

Pada saat langkah buang, piston akan bergerak dari TMB ke TMA.Tekanan gas buang akan mendorong ring piston ke posisi bawah pada alur ring pada piston. Kemudian ring piston akan mengembang ke dinding silinder. Pada saat ini gas buang akan ditahan dan akan mendorong keseluruhan sisa gas pembakaran ke exhause manifold melalui katup buang oleh ring piston sehingga gas buang tidak akan bocor ke bak poros engkol.

Baca Juga: Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan Bermotor

Cara kerja ring oli

Pada saat piston bergerak dari posisi TMB ke TMA, oli yang dibawa oleh ring oli melalui lubang-lubang piston dan ring oli akan membuat lapisan dan melumasi dinding silinder secara terus menerus.

Kemudian selalu pada saat piston bergerak dari TMA ke TMA, oli akan dikikis atau di bilas oleh ring oli sehingga jika ring dalam keadaan bagus oli yang berada pada dinding silinder selalu akan kembali ke bak oli. Lapisan oli pada dinding silinder ini Yang akan memperlambat keausan pada ring piston itu sendiri. Hal ini pastinya akhibat gaya gesek antara ring piston dengan dinding silinder.

Cara Kerja Mesin Diesel, Kelebihan dan Kekuranganya

Serba Channel – Prinsip dan cara kerja mesin diesel adalah pembakaran pada ruang bakar yang di hasilkan oleh pemampatan atau kompresi yang sangat tinggi pada ruang silinder. Sistem pembakaran ini sangat berbeda dengan mesin bensin. Perbedaan yang sangat menonjol selain dari bahan bakarnya sendiri juga dalam mesin diesel tidak di temukan spark plug atau busi.

Mesin diesel memiliki kelebihan selain kompensansi bahan bakar yang lebih irit, juga memiliki torsi yang lebih besar di banding dengan mesin bensin. Juga selain itu mesin diesel memiliki harga jual yang lebih tinggi.

cara kerja mesin diesel

Selain itu mesin diesel disinyalir memiliki kualitas atau umur yang lebih lama atau lebih awet di banding mesin bensin. Hal ini bisa dibuktikan banyak kendaraan besar yang lebih banyak menggunakan mesin diesel dibanding mesin bensin. Tak heran kendaraan seperti truk, alat berat, container dan kendaraan besar alat berat lainya yang menggunakan mesin diesel.

Sistem Cara Kerja mesin Diesel

1. Pengertian dan Prinsip Kerja Mesin Diesel

Mesin diesel sering disebut dengan mesin dengan penyalaan sendiri yang artinya pembakaran yang terjadi pada mesin diesel dihasilkan dengan kompresi yang sangat tinggi yang akan mengakibatkan pengabutan solat di ruang bakar menjadi mudah terbakar.

Sistem ini sangat berbeda dengan mesin bensin dimana mesin bensin bahan bakar terbakar di ruang bakat karena adanya percikan bunga api pada busi di ruang bakar tersebut. Sistem ini yang sangat menentukan Perbedaan Mesin Diesel dan Mesin Bensin.

Pembakaran pada mesin terjadi saat langkah isap udara dimasukan keruang bakar, kemudian saat langkah kompresi udara di mampatkan hingga mencapai suhu tertentu dan sangat tinggi. Pada saat gerakan piston menuju titik mati atas (TMA) injektor menyemburkan bahan bakar berupa kabut ke ruang bakar. Kemudian pada saat inilah bahan bakar berupa kabut bertemu dengan udars panas yang di kompresikan tersebut menghasilkan ledakan pembakaran.

Dengan ledakan terjadi tersebut akan mendorong piston kebawah dan terjadilah langkah usaha. Proses pembakaran pada mesin diesel juga sering di sebut dengan Self Ignition.

Baca Juga: Fungsi Komponen Komponen Sistem Bahan Bakar Mesin Diesel

2. Proses Cara Kerja Mesin Diesel

Prinsip kerja mesin diesel layaknya motor bakar pada umumnya hanya memiliki perbedaan pada sistem pembakaran nya. Disini saya akan membahas proses kerja mesin diesel 4 langkah yang sering di gunakan oleh kendaraan umum.

Berikut 4 langkah proses kerja mesin diesel:

  • Langkah Isap – kondisi langkah isap terjadi dimana piston bergerak dari TMA menuju TMB dimana katup isap terbuka dan katup buang tertutup. Pada langkah ini udara masuk keruang bakar melalui katup isap.
  • Langkah Komoresi – kondisi ini dimana udara yang masuk keruang bakar di pampatkan oleh piston saat bergerak dari TMB menuju ke TMA. Pada saat ini posisi kedua katup dimana katup isap dan buang sama-sam tertutup. Pada saat pemampatan ini udara di dalam ruang bakar di kompresikan hingga suhu naik berkisar antara 600-700 derajat.
  • Langkah Kerja – Kondisi ini terjadi saat terjadi pembakaran yakni udara yang sudah di mampatkan oleh piston di ruang bakar di injeksikan solar atau bahan bakar yang berupa kabut. Dengan kondisi demikian terjadilah pembakaran dan mendorong piston bergerak dari TMA menuju TMB dan katup isap dan buang pada kondisi tertutup.
  • Langkah Buang – Pada saat setelah langkah usaha piston bergerak lagi dari TMB ke TMA kemudian katup isap tertutup dan katup buang terbuka sehingga sisa-sisa pembakaran terbuang melalui katup buang dan kembali ke siklus sebelumnya secara terus menerus.

Baca Juga: Punya Mobil Diesel, Jangan Sepelekan 3 Hal ini

Kelebihan dan Kekuarangan Mesin Diesel

Walaupun memiliki kelebihan dari benerapa sektor mesin diesel pastinya juga memiliki beberapa kekurangan. Dimana akan kita bahas secara detail dibawah ini yaitu

1. Kelebihan dan Keunghulan Mesin Diesel 4 Langkah

  • Yang pertama pastinya lebih awat daripada mesin bensin dengan persepsi sama dalam perawatanya.
  • Harga bahan bakar cenderung lebih murah.
  • Lebih efisien karena bahan bakar yang terdapat diruang bakar cenderung lebih bersih atau keseluruhan terbakar.
  • Tidak menggunakan spark plug, sehingga mengurangi komponen yang perlu dilakukan perawatan.

2. Kekurangan dan Kelemahan Mesin Diesel

  • Suara mesin cenderung lebih kasar, untuk saat ini yang bisa mengimbangi mesih bensin yaitu mesin diesel yang sudah menggunakan commonrail.
  • Memiliki getaran yang lebih besar karena mesin bekerja pada tekanan tinggi.
  • Cenderung lebih mahal karena kontruksi lebih besar dan tebal untuk menahan tekanan yang besar dalam temperatur yang tinggi.
  • Resiko lebih besar jika mengalami overheat, karena kemungkinan terbesar head cylinder melenting.
  • Resiko lebih besar saat mengalami kehabisan bahan bakar. Di website ini juga membahas tutorial mengenai Tips Mobil Diesel Commonrail habis Solar (Anginan)

Demikian ulasan mengenai Cara Kerja Mesin Diesel beserta Kelebihan dan Kekurangan mesin diesel. Semoga tulisan ini bermanfaat dan salam otomotif.

Baca Juga: Penyebab Kompresi Mesin Hilang dan Cara Mengatasinya

Sistem Bahan Bakar Mesin Diesel dan Fungsi Komponenya

Serba.sitE – kali ini saya akan memabahas tentang fungsi komponen komponen sistem bahan bakar mesin diesel, sistem bahan bakarnya memiliki perbedaan antara mesin diesel dan mesin bensin, bahan bakar yang digunakan pun berbeda, Mesin diesel mempunyai beberapa komponen yang berbeda dari mesin bensin, dengan memiliki sistem yang berbeda makan juga akan mempengaruhi bahan bakar yang digunakan juga hasil dari pembakaran itu sendiri.

Sistem Bahan Bakar Mesin Diesel
Alur Sistem Bahan Bakar Mesin Diesel

Mesin diesel memiliki emisi gas buang yang lebih cenderung kotor karena menimbulkan asap dari sisa pembakaran. Akan tetapi dengan kemajuan jaman sistem pembakaran pada mesin deisel saat ini lebih bersaing dengan mesin bensin, faktanya masih menjadi banyak direkomendasikan untuk memiliki mobil bermesin diesel, selain irit masalah tenaga juga tidak kalah dengan mesin bensin.

Sistem Bahan Bakar Mesin Diesel dan Fungsi Komponen-komponenya

Perbedaan yang mendasar antara mesin diesel dengan mesin bensin adalah dari sistem bahan bakar yakni, pompa bahan bakar, busi pijar, filter dan beberapa komponen lainya. ok langsung saja mari kita simak mengenai Fungsi Komponen Komponen Bahan Bakar Mesin Diesel :

  1. Fuel Tank

    Komponen ini biasa juga di sebut dengan tangki bahan bakar yang berfungsi sebagai penampung bahan bakar yang akan di distribusikan ke ruang bakar melalui pompa.

  2. Feed Pump

    Feed Pump ini berfungsi sebagai penghisab bahan bakar dari fuel tank ke pompa bahan bakar (injection Pump) melalui filter bahan bakar atau fuel filter.

  3. Fuel Filter

    Fuel Filter ini berfungsi sebaga penyaring kotoran yang berada dalam tangki yang akan disalurkan ke pompa atau injection pump yang kemudian akan dideliverikan ke ruang bakar melalui nozzle. Peran fungsi fuel filter pada mesin diesel ini sangat penting karena jika kotoran sampai masuk ke injection pump akan mengakibatkan kemampatan sehingga bahan bakar tidak dapat disalurkan kerung bakar melalui nozle dengan sempurna. Biasanya jika fuel filter ini jarang di ganti akan menghasilkan sumbatan tersebut. sumbatan bisa terjadi pada lubang nozzle.

  4. Injection Pump

    Injection Pump pada mesin Diesel berfungsi untuk memom akan bahan bakar ke ruang bakar melalui Nozzle. Dengan tekanan tinggi dari Injection Pump maka pengabutan akan terjadi pada ruang bakar oleh nozzle.

  5. Automatic Timer

    Automatic timer ini berada dalam Injection Pump yang terhubung dengan teaming gear, berfungsi untuk memajukan saat injeksi pada saat putaran mesin tinggi.

  6. Governor

    Governor juga komponen yang terdapat dalam Injection Pump tepatnya pada bagian belakang yang berfungsi sebagai pengatur jumlah injeksi bahan bakar sesuai dengan pembebanan mesin. Governor ini juga berfungsi membantu penyalaan mesin pada awal supaya mudah dengan cara memperbanyak suplaian bahan bakar.

  7. Sistem Bahan Bakar Mesin DieselNozzle”

    Nozzle berfungsi sebagai pengabut bahan bakar dari Injection Pump supaya mudah tercampur dengan udara dan mudah terbakar.

  8. Pipa Tekanan Tinggi

    Sebagai penyalur bahan bakar dari injection pum untuk ke masing masing nozzle sehingga sampai ke ruang bakar dengan sempurna.

  9. Glow Plug

    Glow Plug atau yang sering biasa di sebut dengan busi pijar ini berfungsi sebagai pemanas pada ruang bakar, sehungga saat terjadi kompresi tinggi dan suply bahan bakar berupa kabut terjadi akan mudah terbakar yang akan menghasilkan langkah usaha. Glow plug di mesin diesel ini bekerja merubah aliran listrik pada battery menjadi energi panas.

  10. Battery

    Sebagai pusat sumber kelistrikan pada awal untuk memanaskan busi pijar

  11. Ignition Switch

    Atau biasa  di sebut kunci kontak ini berfungsi sebagai saklar kelistrikan pada sistem kelistrikan kendaraan.

  12. Relay

    Sebagai pemutus hubungkan busi pijar dan mengatur pemanasan awal pada pre chamber oleh busi pijar.

Baca Juga: Fungsi Kepala Silinder (Cylinder Head) dan Bagian-Bagianya

Fungsi Blok Silinder (Cylinder Block), dan Jenis-Jenisnya

Pada kesempatan kali ini Serba.sitE akan membahas seputar tentang Fungsi blok silinder (Cylinder Block) yang menjadi komponen utama dalam mesin kendaraan selain kepala silinder dan kedua komponen ini saling berperan sebagai penghasil tenaga laju kendaraan dengan proses pembakaran. Blok silinder memiliki bentuk yang berbeda beda tergantung pada tipe mesin mobil itu sendiri. Pada sistem pembakaran mesin terdapat riang bakar yang sering di sebut internal combustion engine, sistem kerja pembakaran ini terjadi karena peran beberapa komponen mesin terutama blok silinder, piston, kepala silinder dan bagian bagian lainya yang menempel pada komponen utama tersebut.

Blok Silinder (Cylinder Block)

Terjadinya pembakaran mesin pada ruang bakar terjadi karena adanya piston yang bekerja naik turun, yakni bekerja melakukan langkah Isap, Kompresi, Usaha, dan Buang untuk mesin 4tak, sedangkan yang berperan untuk mendapatkan langkah-langkah tersebut piston berada pada dalam tabung silinder yang diletakkan di sebuak blok, nah blok ini lah yang di sebut sebagai blok silinder. Untuk Mesin Bensin dan Mesin Diesel blok silinder tidak memiliki perbedaan semua mekanisme dan bentuknya pun hampir sama.

Fungsi Blok Silinder

Bahan material untuk blok silinder ini jaman dahulu masih menggunakan bahan keseluruhan besi tuang, sehingga banyak kalangan pengguna mobil dan pemilik bengkel menilai bahwa blok silinder pada masa dahulu terkenal sangat kokoh. Namun dengan perkembangan jaman dan teknologi yang makin canggih saat ini blok silinder di desain dengan menggunakan bahan campuran besi tuang dan aluminium, hal ini selain untuk menghemas biaya juga mengurangi  beban dan dapat lebih baik untuk meradiasikan panas. Kendaraan-kendaraan yang sudah menggunakan blok mesin berbahan aluminium saat ini adalah seperti Mitsubishi Expander, Daihatsu Ayla, All New Yaris, Innova Venturer, dan pokoknya mobil-mobil keluaran diatas 2000an.

Fungsi Blok Silinder (Cylinder Block)

Blok silinder memang memiliki peran yang sangat penting dalam sisitem penghasil tenaga putar pada mobil, yakni sangat berperan untuk menghasilkan pembakaran dengan sistem kerja menopang gerakan piston naik turun untuk menghasilkan langkah ISAP,KOMPRESI, USAHA, dan BUANG. untuk lebih jelasnya fungsi blok silinder adalah:

  1. Fungsi Blok Silinder sebagai tempat atau rumah dudukan silinder dan kepala silinder.
  2. Fungsi Blok Silinder sebagai tempat jalur sistem pendingin mesin yakni Water Jacket yang akan bersirkulasi ke Radiator.
  3. Fungsi Blok Silinder sebagai Penopang gerakan piston naik turun saat langkah isap, kompresi, usaha, dan buang.
  4. Fungsi Blok Silinder sebagai tempat mekanisme poros engkol (termasuk Poros Engkol, Metal duduk, Metal Jalan,Con rod, Piston, dll)
  5. Fungsi Blok Silinder sebagai komponen yang berperan sebagai penunjang proses pembakaran untuk menghasilkan tenaga putar pada mesin.
  6. Fungsi Blok Silinder sebagai tempai intik meletakkan no ID mesin.

Jenis-Jenis Blok Silinder

Blok silinder memiliki kinerja yang sangat penting ini memiliki persaratan yang wajib yakni harus keras dan kaku. Untuk menghindari perubahan elastisitas pada bentuknya itu sendiri. Kemudian denga kinerja mesin yang dimungkinkan untuk bekerja dalam waktu yang lama blok silinder harus memiliki bahan yang kuat dan tentunya juga memiliki beban yang ringan. Block Cylinder juga harus didukung dengan pendinginan yang bagus makanya di desain menggunakan waterjacket. Blok silinder memiliki jenis yang berbeda-beda, berikut penjelasan mengenai Jenis-jenis Blok Silinder.

  1. Blok Silinder Tipe In Line: Blok silinder ini memiliki rancangan dengan lubang silinder atau piston dengan pemasangan dalam satu baris. Tipe silinder ini memiliki konstruksi yang sederhana, perawatan mudah dan tidak memiliki getaran yang lebih. Cocok di gunakan untuk mesin bersilinder 4 keatas. Tidak cocok digunakan 3 silinder.
  2. Blok Silinder Tioe V: Blok mesin ini di desain dengan lubang silinder pemasangan atau konstruksi berbentuk V (V-Shape). Konstuksi ini sangat cocok digunakan untuk mesin dengan cc besar. Yakni 6 silinder keatas, dan tipe ini memungkinkan untuk mengurangi panjang dan tinggi mesin.
  3. Blok Silinder Tipe Horizontal Berlawanan: Blok silonder ini dirancang dengan silinder berlawanan sehingga pemasangan piston pun berlawanan satu sama lainya. Tipe ini sangat jarang digunakan karena memiliki pusat grafitasi yang sangat rendah.
  4. Blok Silinder Tipe Miring (Slant): Blok silinder ini dirancang hampir mirip dengan tipe in-line yakni dengan silinder segaris. Akan tetapi dibuat sedikit miring ke arah suatu sisi. Desain ini dirancang untuk mengurangi tinggi mesin.

Demilian bahasan Serba.sitE kali ini mengenai Fungsi Blok Silinder (Cylinder Block), dan Jenis-Jenisnya, semoga bermanfaat.

error: Content is protected !!