Serba Channel YoutubeKunjungi Youtube Kanal Kami, Jangan Lupa Subscribe!!

Rumus Dasar Listrik Ampere, kw, kva, pf, dan hp

Rumus dasar listrik menjadi ilmu penting bagi kita yang sering berkecimpung di bidang kelistrikan. Begitu banyak pekerjaan kelistrikan yang harus wajib memahami perhitungan Ampere Kw, Kva, Pf, dan Hp. Apalagi jika anda bekerja di salah satu pembangkit listrik. Begitu pula bagi anda yang sering memanfaatkan genset akan selalu berhadapan dengan perhitungan kelustrikan ini. Untuk menghitung daya listrik sangatlah mudah untuk di pelajari dan harus anda ingat selama hidup anda, karena ini akan sangat berguna saat andi memiliki rumah pribadi, bahkan bisa di aplikasikan dimanapun anda bekerja jika di perlukan.

Pengertian Ampere, KW, KVA, PF, dan HP

Ampere satuan listrik (A) untuk menyatakan besaran Tegangan listrik yang dihasilkan atau dibutuhkan dari berbagai sumber listrik

KVA adalah Kilo Volt Ampere, KW (kilo Watt) yang standart yang digunakan oleh PLN. Yakni satuan tegangan listrik 1000 Volt.

KW Adalah Kilo Watt atau satuan daya nyata sedangkan kVA adalah Kilo Volt Ampere atau satuan daya semu. Kilo Watt sebenarnya energi yang di salurkan oleh peralatan listrik. atau output daya yang keluar yang dapat dihasilkan generator biasa menggunakan satuan kWH atau kVA.

PF adalah Power Faktor atau Faktor Daya bukanlah suatu ukuran efisiensi. Power faktor adalah sebuah rasio perbandingan antara daya nyata (Real Power – kW) terhadap daya semu (Apparent Power – kVA).

Advertisement

HP adalah Biasa di sebut dengan Daya kuda atau tenaga kuda adalah salah satu nilai pengukuran daya yang pada umumnya sebanding dengan 735.5 hingga 745.7 watt

Rumus perhitungan daya listrik tidak sesulit yang di bayangkan, yang perlu dilakukan adalah kita mencari tahu tegangan listrik (volt) dan arus listrik (ampere) yang dibutuhkan alat elektronik tersebut, lalu kita kalikan antara voltase dengan arus listrik.

Rumus Dasar Listrik Ampere, KW, KVA, PF, dan HP

Rumus menghitung listrik menjadi ilmu penting bagi kita. Berikut akan saya paparkan mengenai Rumus menghitung ampere, kw, kva, pf, dan hp pada tabel di bawah ini :

Rumus dasar listrik

Keterangan.

  • I = A (Ampere)
  • E = V (Voltase); 220 (1 Phase), atau 380 (3 Phase)
  • F = Fasa
  • PF / PE = Power Factor (0.8 atau 1)
  • Watt = Volt . Ampere
  • 1 kW = 1.25 kVA
  • 1kVA = 0.8 kW
  • kVA = V x A x x 0.001x SQRT(F)
  • A = (1000 x kVA) / (V x SQRT(F) )

Kita akan bahas bebrapa contoh cara perhitungan Rumus di atas Sebagai berikut:

Contoh Pertama

Dalam membeli peralatan elektronik contohnya lemari es atau kulkas,biasanya tidak di berikan berapa besaran daya dalam satuan Watt. Biasanya yang tertera dalam spesifikasi adalah besaran tegangan V (Volt) dan besaran arus listrik dalam satuan A (Amper). Namun jika kita sudah mengetahui besaran tegangan (Volt) dan besaran Arus listrik dalam satuan A (Amper) maka kita akan bisa menghitung berapa daya listrik atau berapa Watt yang di perlukan untuk alat elektronik tersebut.

Bagaimana Cara menghitungnya? ini adalah contoh untuk menghitung berapa Daya Listrik atau Watt yang di butuhkan.

Rumus daya listrik 220 Volt ( 1 Phase)

P = V x I

  • P adalah Power daya listrik dalam satuan Watt
  • V adalah tegangan listrik dalam satuan Volt
  • I adalah Arus listrik dalam satuan Ampere

Contoh menghitung daya:
Jika pada sebuah Lemari es atau kulkas tertulis data bahwa tegangan listrik yang digunakan adalah 220 Volt, dan Arus listriknya adalah 2 Ampere.

maka daya listriknya adalah:

  • P = V x I
  • P = 220 Volt x 2 Ampere
  • P = 440 Watt.

Atau Contoh kedua

Misal jika kita mempunyai adaptor dengan voltase 9V dan ampere 2A maka daya listrik / watt adalah : 9 x 2 = 18
Jadi daya listrik adaptor tersebut maksimal 18W, semoga informasi contoh diatas dapat membantu anda untuk menghitung watt atau daya listrik. Untuk contoh perhitungan lainya kami juga telah menulis 1 ampere berapa watt.

Berikut di atas adalah Rumus Dasar Perhitungan Listrik Semoga ilmu yang saya paparkan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi masyarakat umum. Dan diharapkan pula dengan ilmu tersebut, anda akan lebih mudah untuk menentukan kapasitas genset yang diperlukan agar genset mampu mengcover semua kebutuhan listrik anda, baik untuk acara atau kebutuhan proyek anda.

Baca Juga: Cara Mendeteksi Kiprok Rusak (Regulator Motor)

error: Content is protected !!