Sistem Pelumasan dan Jenis-Jenis Pelumas

Pelumasan adalah suatu sistem yang bekerja untuk mengurangi gesekan antara dua permukaan benda yang saling bergesekan dengan menggunakan suatu zat cair untuk melumasi permukaan yang bergesekan tersebut. Gesekan yang terjadi itu adalah dimana suatu gaya yang bergerak berlawanan arah dan dimana permukaannya saling bersentuhan mendapat beban gesek. Gesekan ini akan mengakibatkan kehilangan energi dan menimbulkan keausan benda yang saling bergesekan tersebut. Maka dari itu, untuk mengurangi gaya gesek terhadap dua benda yang saling bergesekan untuk menghasilkan daya maka diperlukan yang namanya Sistem Pelumasan.

Sistem Pelumasan

Pelumas adalah suatu zat cair (oli) yang digunakan untuk mengurangi gaya gesek antara dua benda yang saling bergesekan. Pelumas merupakan hasil olahan minyak bumi yang sering digunakan untuk mesin bakar kendaraan maupun mesin produksi(pabrik). Pada kendaraan khususnya sepeda motor terdapat sistem pelumasan motor 4 tak dan sistem pelumasan motor 2 tak.

Sistem pelumasan sangat di perlukan khususnya pada mesin. Karena didalam mesin yang bergerak terdapat berbagai macam komponen yang bekerja dimana satu sama lain saling bergesekan. Dengan adanya sistem pelumasan maka akan membantu kelancaran kinerja komponen mesin dan secara langsung akan membantu mengurangi gaya gesek terhadap masing masing komponen yang bekerja.

Selain membantu mengurangi gaya gesek antar komponen, pelumas juga membantu untuk menjaga panas mesin karena dengan mengurangi gaya gesek akan mengurangi pula panas yang ditimbulkan karena sistem pelumasan yang tidak baik akan menjadi penyebab mesin overheat.

Fungsi dan Tujuan Sistem Pelumasan

Pelumasan sangat diperlukan pada benda yang bergesekan adapun beberapa fungsi dan manfaat sistem pelumasan adalah sebagai berikut:

  1. Mencegah terjadinya Korosi
  2. Mengurangi gesekan yang berlebih antara permukaan komponen untuk mencegah keausan komponen.
  3. Mendinginkan mesin yakni sebagai media pendingindengan menyerap panas pada bagian-bagian yang mendapat pelumasan.
  4. Membilas kotoran yang menempel pada permukaan komponen
  5. Menghalangi masuknya debu
  6. Mengurangi keausan semaksimal mungkin.
  7. Sebagai perantara oksidasi.

Prinsip Dasar Pelumasan Pada Mesin

a. Benda apa yang harus dilumasi?
b. Bagaimana sistem melumasinya?
c. Kapan terjadinya pelumasan?
d. Pelumas apa yang digunakan?

Bentuk-Bentuk Pelumas

Bentuk pelumas terbagi menjadi 4 berdasarkan fungsi dan bagaimana sistem pelumasanya, yaitu:

  1. Pelumas cair (oli)
    Syarat pemilihan oli yang baik adalah viskositas sesuai, tidak mudah terbakar, multigrade, tidak bereaksi dengan oksigen dan udara keliling. Pelumas cair ini terbagi menjadi pelumas sintetis, semi sintetis, dan pelumas biasa (base oil)
  2. Pelumas setengah padat (grease/ gemuk lumas)
    Bahan dasar dari grease/ gemuk adalah pelumas cair yang telah diberi bahan pengental, pelumas ini memiliki kandungan oli 60% sampai 90%. Pelumas setengah padat mempunyai keunggulan yakni sebagai pelumas yang tahan terhadap suhu tinggi dan sebagai penutup yang baik, tidak mudah larut dengan air sehingga sangat bagus pada segala cuaca. Akan tetapi pelumas setengah padat ini memiliki kekurangan yakni friksi lebih besar, pendinginan kurang baik, lebih rumit mengaplikasikan pada bagian atau sudaut yang susah.
  3. Pelumas padat
    Pelumas padat juga biasa disebut dengan pelumas kering. Mengapa di sebut dengan pelumas padat, karena pelumas ini biasa digunakan pada benda yang memiliki gaya gesekan yang minim, karena memiliki molekul yang dapat begeser ralatif terhadap molekul yang lain hanya dengan sedikit gaya saja. Pelumas ini biasanya di gunakan pada industri makanan, sambungan rel kereta, dan kompresor udara. Pelumas ini dapat bekerja pada suhu operasi 2500 – 3000 derajat celcius. Jenis pelumas padat terbagi menjadi dua yakni graphite dan molybdenum disulphide.
  4. Pelumas gas
    Jenis pelumas gas ini Biasanya digunakan pada peralatan pembangkit energi nuklir dan beberapa instalasi turbin gas. Alasanya karena jenis pelumas gas ini dapat melumasi tempat -tempat yang sangat rumit.

Komponen Sistem Pelumasan

  1. Carter / bak oli
    bak oli atau Oil pan atau biasa juga dosebut carter adalah komponen berbentuk bak yang berfungsi untuk menyimpan oli. Komponen ini biasanya menyatu terpasang melekat dibawah mesin.
  2. Pompa Oli (oil Pump)
    Oil pump adalah sebuah komponen pompa hidrolis yang berfungsi untuk memompa oli mesin ke seluruh komponen mesin. Pompa ini, bekerja secara rotary yang berhubungan dengan putaran poros engkol.Komponen ini bekerja saat putaran mesin dimulai sehingga saat mesin mulai berputar olipun langsung di pompakan ke seluruh komponen mesin. Pompa oli di pompakan melalui filter oli dan kembali ke bak oli.
  3. Filter Oli (Oil Filter)
    Filter Oli berfungsi untuk memfilter oli yang dipompakan ke seluruh komponen mesin sehingga kotoran sisa-sisa gesekan akan tersaring oleh filter oli. Filter oli ini perlu penggantian juga, idealnya setiap 2 kali penggantian oli mesin 1 kali penggantian filter oli.
  4. Oli Pressure Sensor (oil Pressure Sensor)
    Sensor oli ini berfungsi untuk mendeteksi volume oli dan juga pompa oli apakah masih bagus atau tidak, jika oli berkurang atau berlebih maka akan memberitahukan dan menyalakan lampu indikator sensor oli di dashboard. Mengapa Sensor ini terletak pada saluran oli setelah pompa, tujuanya untuk mendeteksi tekanan oli mesin yang keluar dari pompa.
  5. Oil feed
    Oil feed berfungsi sebagai jalur oli. Jalur ini sudah dibentuk saat pembuatan blok mesin bersama water jacket, karena letak oil feed ini berada didalam blok silinder.
  6. Oil jet
    Oil Jet berfungsi menyemprotkan oli dari saluran oli. Oil jet ini berbentuk mirip injektor dan biasanya oil jet ini terdapat dibawah silinder mesin, fungsinya untuk menyemburkan oli kebagian piston, commecting rod, dan timming chain.
  7. PCV Valve
    PCV atau Positive crankcase ventilation fungsinya untuk menyalurkan uap oli dari dalam mesin ke dalam saluran intake tanpa terjadinya kebocoran oli.
  8. Oil atau Lubricant
    Komponen yang terakhir yaitu oil atau lubricant sebagai media pelumas. Gunakan oli yang sesuai dengan standart mesin biasanya setiap mesin mempunyai spesifikasi standar SAE oli yang berbed-beda. Dengan mengganti oli mesin secara teratur maka akan terhindar dari panas, karena telat mengganti oli akan menjadi penyebab mesin overheat.

Penutup

Demikian pembahasan sistem pelumasan semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk anda yang sedang mencari literatur atau pengetahuan tentang hal ini. Karena Pelumasan adalah hal yang sangat signifikan untuk berbagai jenis mesin dan memang suatu hal yang sangat kongkrit.

error: Content is protected !!