Fungsi Piston Pada Mesin Kendaraan Bermotor

Anda mungkin sudah sering mendengar kata piston, apalagi jika anda sering main ke bengkel motor atau mobil. Akan tetapi apakah anda sudah mengetahui apa sebenarnya fungsi piston dalam mesin dan bagaimana cara kerja piston ini dalam rangkaian mesin motor?

Fungsi Piston
Source: Pixabay

Kali ini saya akan membahas dan menjelaskan bagaimana fungsi piston, cara kerja piston, dan bagaimana merawat piston supaya awet dan selalu dalam keadaan bagus untuk mendapatkan kinerja mesin yang maksimal.

Apa itu Piston?

Piston biasa disebut dalam dunia bengkel dengan secker, atau torak. Piston sendiri dalam dunia internasional sering di sebut dengan piston, jadi dalam bahasa inggris disebut juga dengan piston.
Piston sendiri tidak semata-mata dipakai dalam istilah motor bakar. Akan tetapi ada beberapa alat yang menerapkan dengan menggunakan piston untuk daya dorong seperti dalam penggunaan kompresor listrik juga menggunakan piston untuk memampatkan udara sehingga mendapatkan tekanan udara yang tinggi.

Lalu Apa Fungsi Piston dan Kegunaanya ?

Seperti yang saya utarakan diatas fungsi piston untuk memompa atau memampatkan volume suatu rongga untuk mendapatkan tekanan. Piston biasanya terpasang dan terhubung dengan batang piston atau batang torak yang biasa di sebut stang piston. Sehingga jika batang piston digerakkan maka akan mempengaruhi volume tahung silinder yang membungkus piston.

Saat stang piston ditarik maka volume silinder akan luas. Kemudian jika stang di dorong akan mempersempit ruang pada volume ruang di silinder yang akan membuat pemampatan terjadi.
Hal ini bisa di simulasikan saat kita melakukan pompa ban dengan menggunakan pompa mekanik, saat tuas pompa di tekan maka silinder pompa akan menyempit sehingga udara yang di pampatkan akan terdorong dan masuk kedalam ban.

Pada mesin fungsi piston hampir sama, pada mesin 4 tak, ketika piston bergerak ke bawah atau dari TMA ke TMB pada langkah isap akan mengisap bahan balar dan udara kedalam volume silinder. Sedangkan saat langkah kompresi piston bergerak ke atas maka piston akam memampat udara dan bahan bakar.

Baca Juga: Cara Kerja Mesin Diesel, Kelebihan dan Kekuranganya

Lalu apa Fungsi Piston Pada mesin?

1. Menghisap udara kedalam silinder (langkah isap).

Pada langkah ini piston berfungsi untuk menghisap udara dan bahan bakar (pada mesin motor). Mekanisme ini terjadi saat piston bergerak dari atas ke bawah atau dari TMA menuju TMB sehingga akan memperbesar volume pada silinder dan akan menghisap campuran bahan bakar dan udara kedalam silinder (ruang bakar) dari intake manifold melalui katup isap. Karena pada langkah isap ini posisi katup isap membuka dan katub nuang menutup.

2. Mengkompresi udara dan bahan bakar di dalam silinder (langkah kompresi).

Pada mesin 4 tak setelah langkah isap maka berikutnya yang terjadi adalah langkah kompresi. Keadaan ini dimana piston bergerak ke atas dari TMA ke TMB katup isap dan buang dalam keadaan tertutup. Sehingga campuran bahan bakar dan udara didalam silinder akan di kompresikan.
Langkah ini adalah upaya untuk menaikan kompresi dan sesaat sebelum timbulnya ledakan pembakaran.

3. Fungsi Piston Mengkonversi daya dorong dari pembakaran menjadi energi gerak.

Kemudian piston berfungsi untuk mengkonversikan ledakan dalam ruang bakar menjadi energi gerak yang dapat menghasilkan putaran. Hal ini akan di teruskan ke roda jika dalam kendaraan.
Pada saat setelah kompresi 10 derajat sebelum TMA (titik mati atas) busi memer ikan bunga api. Sehingga campuran bahan bakar yang telah di kompresikan pada silinder atau ruang bakar, akan terbakar.

Bahan bakar yang terbakar akan menghasilkan ledakan katup isap dan buang dalam keadaan tertutup. Pada saat ini mendorong piston kebawah menjadi gaya gerak.

Sehingga dalam proses ini piston mempunyai fungsi yang sangat penting pada proses mekanisme mesin.

4. Mendorong gas sisa pembakaran ke exhause manifold.

Pada langkah ini setelah langlah pembakaran dalam ruang bakar terdapat banyak gas sisa pembakaran. Proses langkah ini piston bergerak dari TMB ke TMA katup isap dalam posisi tertutup dan katub buang dalam posisi terbuka.
Pada saat dorongan ini akkan membuat pennyempitan volume silinder. Sehingga dorongan piston ke atas akan mendorong sisa gas pembakaran dan keluar melalui exhause manifol yang di teruskan ke knalpot.

Untuk mendukung fungsi Piston supaya maksimal maka Syarat-syarat piston adalah sebagai berikut:

  1. Piston tahan terhadap panas atau pemuaian. Karena tidak terlepas dsri gesekan dengan dinding silinder, piston wajib tahan terhadap panas dan tidak mudah memuai. Karena jika tidak maka akan ngejam atau dalam istilah jawa ngancing. Oleh karena itu piston dibuat dengan logam dengan campuran khusus supaya tahan panas.
  2. Piston harus ringan. Supaya pergerakanya tidak berat maka harisnya piston di buat dengan bahan yang kuat dan ringan. Jika piston berat maka tenaga ledakan akan tersita untuk mendorong piston itu sendiri.
  3. Piston kuat dan tahan terhadap ledakkan. Hal supaya bertahan untuk menumpu ledakan yang terjadi di ruang bakat sehingga piston akan terdorong san bergerak menjadi energi gerak.

Baca Juga: Cara Kerja Mesin Diesel, Kelebihan dan Kekuranganya

Mengapa piston bisa lancar namun tetap memiliki Kompresi?

Pergerakan piston dalam silinder memang sangat lancar karena sebenarnya rongga antara piston dengan silinder memiliki ukuran yang cukup longgar. Lalu bagaimana tidak bocor dan tetap memiliki kompresi yang besar? Hal ini dikarenakan pada piston terdapat ring piston yang akan merapatkan rongga antara silinder dan piston tersebut.

Ring piston yang membantu merapatkan rongga antara silinder dan piston. Ring piston pun ada 3 lapis pada motor 4 tak yaitu, ring kompresi 2 dan ring oli 1. Hal ini yang membuat kompresi tidak bocor dan oli tidak masuk ke ruang bakar.

Demikian ulasan mengenai fungsi piston dan beberapa peran piston pada mesin motor.

error: Content is protected !!