Apa Saja Zat Aditif Pada Pelumas?

Zat Aditif Pelumas

Zat aditif pelumas adalah suatu zat, yang ditambahkan ke dalam sebuah pelumas, dengan tujuan untuk memperkuat karakteristik dan spesifikasi oli mireral atau minyak dasar. Zat aditif minyak pelumas ini di buat dan di tentukan dengan riset ilmiah yang membutuhkan cukup menguras waktu para ilmuwan. Menggunakan zat aditif dipakai untuk memenuhi kebutuhan pelumasan yang sangat extra pada mesin mesin modern saat ini. Mesin-mesin dengan power dan putaran yang sangat cepat memaksakan para ilmuwan untuk menciptakan kandungan pelumas untuk mengimbanginya. Dengan demikian minyak pelumas sintetis ini akan mampu melayani kondisi kinerja mesin yang berat dan menghasilkan suhu panas mesin yang sangat tinggi.

Minyak mineral murni sudah tidak mampu bertahan lama untuk melumasi mesin-mesin modern yang memiliki kinerja dan power yang sangat tinggi. Dengan demikian menciptakan formula kandungan pelumas dengan menggunakan zat aditif tidak mudah begitu saja dengan mencampurkan anti-oksidan atau bahan dispersan pada minyak dasar (atau base oil atau straight mineral oil).

Pembagian Zat Aditif Minyak Pelumas

Berikut ini adalah Pembagian Aditif Pelumas Berdasarkan Kinerja dan Fungsi di bagi menjadi tiga jenis yaitu :

1. Zat Aditif Utama Minyak Pelumas

  • Anti foam
    Berfungsi untuk mengurangi terjadinya busa (gelembung udara) akibat dari putaran mesin yang tinggi tertama pada poros engkol dan efek pemberian aditif detergent. dengan timbulnya busa akan mengganggu sistem pelumasan. Yang berakibat pelumasan tidak terjadi sengan sempurna.
  • Anti Oxidant
    Berfungsi memperlambat reaksi kimia atau Oksidasi antara molekul hidrocarbon dalam pelumas dan oksigen dari udara. Oksidasi yang berlebih dapat mengakibatkan pembentukan soot and corrosive wear, endapan, sludge,  dan lain sebagainya.
  • Anti Wear
    Berfungsi membantu mengurangi panas yang berlebihan pada oli. Panas ini terjadi akibat gesekan antar metal pada mesin, dengan demikian oli tetap berfungsi dengan tugas utamanya untuk melumasi dan sebagai penyebar panas mesin.
  • Anti Corrosion
    Mencegah korosi dan karat akibat reaksi asam dan oksidasi udara dengan cara melapisi metal meskipun mesin dalam keadaan berhenti atau tidak bekerja.
  • Detergent
    Berfungsi Sebagai lapisan pelindung permukaan logam, mencegah endapan, mengurangi timbulnya deposit, pembersih dan penetralisir zat berbahaya, mengendalikan korosi serta membersihkan karbon sisa pembakaran sehingga akan mengurangi sisa karbon yang menempel pada permukaan metal mesin.
  • Dispersant
    Mencegah dan Mengendalikan timbulnya lumpur yang terbentuk dari suhu rendah pada mesin.  Biasanya lumpur ini akan terbentuk dari campuran karbon, kumpulan hasil pembakaran, bahan bakar yang tidak terbakar dan air. Dispersants juga berfungsi meredam peningkatan viskositas pelumas, juga menetralisir sisa pembakaran pada mesin untuk mencegah mengentalnya pelumas secara berlebihan.
  • Friction Modifier
    Berfungsi membantu meningkatkan kinerja pelumasan pada metal yang bergesekan agar tidak cepat aus.
  • Pour Point Depressant
    Suatu aditif yang berfungsi oli mengental atau bahkan membeku dalam suhu yang dingin. Contoh PPD adalah poly-fumarates, etylen vynil-acetate copolimers, poly-metacrilates. PPD ini akan lebih efektif jika dipergunakan dalam minyak dasar yang memiliki viskositas rendah.
  • TBN
    TBN Berfungsi menetralisir tingkat keasaman dalam pelumas yang diakibatkan karena suhu tinggi dari mesin.

Baca Juga: Jenis-jenis Mobil Travel yang Cocok Digunakan Travelling

2. Viscosity Index Improver

Zat Aditif ini berfungsi menjaga dan menstabilkan kekentalan minyak pelumas pada suhu mesin khususnya pada suhu yang sangat tinggi, sehingga pelumas tidak mudah encer pada suhu tinggi tersebut. Pelumas yang mamakai aditif Viscosity Index Improver ini sering disebut oli multigrade.

3. Oil Flow Improver

Zat Aditif ini berfungsi memperlancar aliran pelumas, terutama pada saat mesin start khususnya jika jarang digunakan atau biasanya pada pagi hari. Sehingga mesin tidak mengalami kesulitan untuk di hidupkan (start).

Penutup

Penambahan aditif dengan spesifikasi yang benar akan menambah kwalitas dan ketahanan usia minyak pelumas. Dengan demikian semakin kandungan pelumas menggunakan zat aditif maka harga pelumas yang diedarkan akan semakin memiliki harga yang mahal, karena zat aditif sendiri itu pun memiliki nilai yang mahal. Juga jangan sembarangan mencampur zat aditif atau campuran pelumas yang lainya selain akan merusak fungsi pelumas pastinya juga akan menurunkan kualitas pelumas itu sendiri.

Baca Juga: Cara Kerja dan Fungsi Thermostat pada Sistem Pendingin

error: Content is protected !!